p ILUSI SMASA: Jack The Ripper

Minggu, 04 November 2012

Jack The Ripper


Jack The Ripper adalah, cerita nyata tentang seseorang yang dilukiskan seperti iblis yang bangkit dari neraka lalu tiba - tiba menghilang. Tak pernah terlihat ataupun terdengar lagi, banyak spekulasi mengenai pembunuh ini. Ada yang bilang dia GILA, terpelajar, terhormat, miskin, ataupun hanya ingin menggemparkan dunia dengan berbagai pertanyaan seperti “siapa yang melakukan ini?”

Sebenarnya kasus-kasus pembunuhan (serial murder) yang dilakukan oleh Jack the Ripper, hampir tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sejarah serial murder yang pernah ada seperti Elizabeth Bathory, The Son of the Sam, Ted Bundy dan lainnya. Namun, yang membuat kasusnya menjadi sangat populer adalah karena adanya suasana mistis yang meliputi kasus ini.

Gambaran bahwa seorang berjubah hitam yang muncul dari kabut, mencabut nyawa korbannya dengan cepat lalu menghilang di kegelapan. Dan dia tak pernah tertangkap atau terungkap.

Pada saat kasus itu muncul,sebenarnya nama Jack The Ripper bahkan belum ada. Namun media dan kepolisian banyak menerima surat. Ada yang mencoba memberi saran, ada yang mencoba memberi tahu identitas pelaku dan sebagainya. Sampai suatu hari ada surat yang berasal dari seseorang yang mengaku sebagai pelaku dari semua rentetan kasus pembunuhan sadis itu. Dan di bawahnya tertulis nama Jack The Ripper.
Sebelum saya membahas tentang  surat yang di kirimkan, saya akan membahas para korban terbelih dahulu.
Korban
  • Mary Ann Nichols, nama kecil Mary Ann Walker, nama lain Polly. Lahir tanggal 26 Agustus 1845 dan terbunuh pada hari Jum’at, 31 Agustus 1988. Tubuh Mary Ann ditemukan jam 3:40 pagi di pintu masuk kandang kuda di Buck’s Row (Sekarang Durward Street), sebuah jalan di belakang Whitechapel, tidak jauh dari London Hospital. Penyebab kematian, luka pada leher akibat senjata tajam. Organ-organnya tidak ada yang hilang.
  • Annie Chapman, nama kecil Eliza Ann Smith, nama lain ’Dark Annie’, Lahir dibulan september 1841 dan terbunuh pada hari sabtu, 8 september, 1988. Tubuh Annie ditemukan jam 6 pagi di pintu belakang sebuah rumah di Hanbury Street No.. 29, Spitalfields. Penyebab kematian, sayatan melintang pada leher. Kehilangan organ Uterus dan pembedahan pada alat kelamin.
  • Elizabeth Stride, nama kecil Elisabeth Gustafsdotter, nama lain ’Long Liz’, lahir di swedia, 7 November 1843 dan terbunuh pada hari minggu, 30 september 1888. Tubuh Elisabeth ditemukan jam 1 pagi, tertelungkup di Dutfield’s Yard, Berner Street (sekarang, Henriques Street) di Whitechapel. Asumsi kejadian, The Ripper terganggu aktivitasnya sehingga sehingga Elizabeth belum sempat dibedah.
  • Chatherine Eddowes, alias Kate Conway, alias Mary Ann Kelly, Lahir tanggal 14 April 1842 dan terbunuh di hari yang sama korban Elizabeth Stride. Pengamat kasus sering mengatakan kejadian ini sebagai ’double event’, Tubuh Chatherine ditemukan di Mitra Square, di Kota London. Penyebab kematian diperkirakan kehabisan darah karena pembedahan sekitar organ dada dan wajah, Salah satu kuping dan Ginjal Chatherine hilang.
  • Mary jane Kelly, alias Marie Jeanette Kelly, atau ’Ginger’, lahir di Limerick, Munstar, Irlandia tahun 1863 dan terbunuh pada hari jum’at, 9 November 1988. Tubuh Kelly ditemukan terpotong-potong sekitar jam 10:45 pagi di atas kasurnya dimana ia tinggal di 13 Miller’s Court, Dorset Street, Springfields. Pembunuhan terhadap Kelly merupakan perbuatan The Ripper yang paling sensasional. Seluruh tubuh Kelly di potong-potong, organ dalam Kelly, berserakan di seluruh ruangan. 
Kelima pembunuhan memiliki ciri-ciri yang sama seperti, kejadian selalu berlangsung pada hari libur atau mendekati hari libur, penyergapan yang dilakukan pada malam hari, di lakukan di tempat terbuka, atau semi terbuka, dimana orang lain bisa menemukan atau memergokinya (Kasus Kelly). Seluruh korban memiliki luka mematikan pada leher.

Pada Era itu, keadaan di London semakin mencekam karena semakin banyak korban tewas, yang menurut dugaan, ada pembunuh lain yang ikut mengambil momen yang sedang terjadi. Kebanyakan korban adalah pelacur. Beberapa korban lainnya, tidak dimasukkan kedalam list korban The Ripper karena tidak memiliki ke khas-an seperti pada kelima korban. 


Surat Jack The Ripper
Sepanjang sejarah pengusutan The Ripper, Pihak kepolisian kebanjiran surat-surat yang mengatasnamakan si Pelaku sendiri. Hampir semua surat di anggap palsu dan mencari sensasi. Tapi ada juga beberapa surat yang dianggap ’mungkin’ di tulis oleh Jack The Ripper.
27 September 1888, Central News Agency menerima surat yang diakui ditulis oleh sang pembunuh, Jack The Ripper. Surat itu diteruskan pada Scotland Yard dua hari sesudahnya. Surat itu ditulis tanggal 25 September 1888, berisi pesan The Ripper tentang perbuatan yang telah ia lakukan. Surat yang di kenal dengan surat ’dear boss’ awalnya dianggap bohong oleh pihak kepolisian karena banyaknya surat-surat palsu yang serupa. Tapi setelah kematian Catherine Eddowes pada tanggal 30 September, surat itu mendapat perhatian khusus karena dalam surat itu disebutkan akan memotong salah satu dari telinga korban selanjutnya. Surat inilah yang pertama kali menggunakan nama ’Jack The ripper’ yang bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan yang mengerikan di Whitechapel, London.

’Saucy Jack’ Postcard juga diterima tanggal 1 Oktober 1888, satu hari sesudah ’Double event’, Kematian Elizabeth Stride dan Chaterine Eddowes yang tewas pada tanggal 30 September dini hari di tempat yang berbeda. Surat ini juga mengundang banyak pertanyaan karena surat ini menyebutkan ’Double event this time’ dalam suratnya. Pihak kepolisian menganggap surat ini palsu. Karena si pembuat di asumsikan sudah mengetahui kejadian pada tnggal 30 September. Akan tetapi beberapa orang percaya, surat ini ditulis sebelum tanggal 30 September, atau jika ia menuliskannya pada saat ia mengirim surat itu, kejadian double even hanya diketahui oleh segelintir orang, penyelidikan pada kasus Double event, baru saja terjadi dan masih bersifat rahasia. Tapi surat ini tetap dikatagorikan surat palsu.


Surat yang lain adalah Surat yang berjudul ’From Hell’ yang merupakan salah satu dari sekian banyak surat, yang besar kemungkinannya, ditulis oleh Jack The Ripper. Berbeda dengan surat lainnya, surat ini tidak dibubuhkan dengan namanya yang sudah terkenal, ’Jack The Ripper’. Dalam beberapa bagian, si pembuat sepertinya dengan sengaja membuat kesalahan pengejaan dimana-mana. Seperti kata ’knife’ ia tulis haya knif, ’Kidney’ ia tulis ’Kidne’. Surat ini datang bersama box kecil yang berisi ginjal manusia yang direndam dalam alkohol. Salah satu korban, Chaterine Eddowes, memang ditemukan dengan salah satu ginjal yang hilang.  


Surat-surat tersebut di duga juga merupakan surat palsu yang dibuat oleh wartawan setempat untuk memperkeruh suasana dan menaikkan oplah jualnya. Sampai saat ini surat-surat tersebut tidak diketahui keberadaannya. Begitu juga Ginjal yang dikirim bersama surat ’From Hell’. Pada tahun 1988, Surat ’Dear Boss’ tiba-tiba kembali ke Metropolitan Police, tanpa pernah tahu siapakah yang membawanya selama ini.



Beberapa dugaan-dugaan tentang sosok Jack the Ripper :  

Jack The Ripper diduga memiliki kebencian sekaligus rasa takut terhadap wanita yang mendalam, dan itu juga menjelaskan kenapa dia "berkata" telah membawa pulang "rahim" wanita untuk disimpan (setengahnya "katanya" dia makan dan setengahnya dia kirim ke polisi lewat suratnya "The Hell"). Sesuatu yang wanita punya dan laki2 tidak. Selain itu dia juga membuat korbannya netral (tidak berkelamin) dengan memotong bagian2 tertentu yang membuat korbannya tidak dikenali lagi sebagai wanita. Juga, dia "berkata" telah membawa pulang ginjal dan telinga korbannya.

Mengetahui jika korbannya selalu prostitute, mungkin dia semacam mempunyai dendam pribadi terhadap prostitute. Mungkin dia pernah disakiti/ditinggalkan orang yang begitu disayanginya untuk bekerja sebagai WTS (note: 95% wanita di East End meninggalkan keluarga dan anak-anaknya untuk bekerja sebagai WTS karena ekonomi yang benar-benar parah di tengah-tengah ibukota Inggris. Mungkin ibunya yang ingin dia bunuh?)  

Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan - sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi/bedah kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.  

kemungkinan besar masa lalunya suram. mungkin suram sekali. Dugaan polisi, pelakunya adalah tukang jagal, dokter, atau tukang cukur. Tidak harus dokter asalkan dia punya pengetahuan anatomi tubuh manusia
Jack The Ripper juga mungkin mengalami masalah sosial dan kurang dapat berinteraksi dengan orang lain. Ada ratusan nama yang sempat diajukan sebagai Jack The Ripper, diantaranya Robert Mann, Lewis Carroll dan Walter Sickert.
Sesuai gambaran dari FBI, oknum yang paling sesuai adalah Robert Mann, yang bekerja sebagai petugas kamar mayat di Whitechapel. Sebagai petugas kamar mayat, setidaknya ia memiliki pengetahuan tentang anatomi. Yang menambah kecurigaan, pada saat korban bernama Polly Nichols dibawa ke kamar mayat Whitechapel, Inspektur Polisi telah melarang untuk menyentuh mayat Polly Nichols, tapi Robert Mann bersikeras menelanjangi mayat Polly Nichols. Mungkin Robert Mann ingin mengagumi “hasil karya” yang telah dibuatnya.
Siapapun Jack The Ripper dan walaupun aksi pembunuhannya telah lama berlalu, tampaknya sosok sang pembunuh sadis telah melekat dibenak masyarakat, menjadi “abadi” dan melegenda. Sosok misterius yang digambarkan berkeliaran dengan memakai mantel, topi dan membawa sebilah pisau. Sehingga senantiasa menghiasi film layar kaca dengan cerita-cerita yang berbalut fiktif.


0 komentar: